Jumat, 24 Februari 2012

" AIR "


Seekor anak rusa tampak berlari kecil di tepian sungai. Ia melompat dari bebatuan satu ke bebatuan lain yang berserakan di sepanjang sungai. Rasa dahaganya yang begitu tak tertahankan tidak melunturkan niatnya untuk mencari mata air yang jernih. Karena di situlah, ia dan ibunya biasa minum.

Sayangnya, karena longsoran tanah tepian sungai, mata air tampak tidak lagi jernih. Warnanya agak kecoklatan. “Ih, kok tidak jernih,” ujar anak rusa sambil mencari aliran mata air ke arah aliran sungai.

Ia terus menelusuri aliran sungai yang berada lebih bawah dari lokasi mata air. Sayangnya, kian ke bawah, semua anak mata air yang ia temui berwarna sama: coklat keruh. Dan kian kebawah, warnanya lebih keruh lagi.

Kecewa dengan apa yang ia temukan, sang anak rusa pun berlari meninggalkan sungai menuju semak-semak di mana ibunya berada.

”Kamu sudah minum, Nak?” tanya sang ibu rusa ketika mendapati anaknya sudah berada di dekatnya.

”Belum, Bu,” ucap sang anak rusa tampak kesal.

”Kenapa? Kan kamu sudah tahu di mana mata air yang jernih itu berada,” sergah sang ibu rusa kemudian.

”Airnya keruh, Bu. Dan semua anak mata air yang berada di bawahnya pun sama, bahkan lebih keruh lagi,” ungkap sang anak rusa tidak mampu lagi menahan kekecewaannya.

Induk rusa pun menghampiri anaknya lebih dekat lagi. ”Anakku, kamu dapat pelajaran baru dari keruhnya mata air,” ucap sang induk rusa tiba-tiba.

”Maksud ibu?” tanya sang anak rusa begitu penasaran.

”Anakku, kalau mata air yang berada di bagian atas sungai keruh, semua aliran anak mata air di bawahnya akan lebih keruh lagi. Begitulah alam mengajarkan kita,” jelas sang ibu rusa diiringi anggukan anaknya.

***

Sahabat,
Ada dahaga ruhani ketika kehidupan di negeri ini kian jauh dari kepuasan jiwa. Orang menjadi begitu jatuh cinta dengan dunia materi, dan tidak lagi perduli dengan orang-orang di sekitarnya.

Pada dahaga itu, orang pun merindukan sumber mata air ruhani nan jernih yang bisa memuaskan rasa haus mereka. Namun, ketika mata air yang berada di atas mulai keruh karena longsoran butiran tanah tepian sungai kehidupan, jangan kecewa ketika anak-anak mata air di bawahnya ditemukan jauh lebih keruh lagi.

Karena begitulah, Allah mengajarkan kita melalui alam ini.

(Sumber : eramuslim.com)

Terimakasih telah membaca, silahkan di share ke rekan anda.
Salam Motivasi!

Tanah Warisan

Ada empat anak yang baru saja mengalami duka setelah kematian kedua orang tuanya. Sebuah surat wasiat pun mereka terima dari orang yang mereka cintai itu. Setelah urusan jenazah kedua orang tuanya selesai, empat anak itu pun membuka surat berharga itu.

Ternyata, surat itu menyebutkan bahwa keempat anak itu diberikan pilihan untuk memiliki empat bidang tanah yang berlainan tempat. Ada bidang tanah yang begitu hijau dengan begitu banyak pepohonan kayu yang bisa dijual. Ada bidang tanah yang berada di tepian sungai jernih, sangat cocok untuk ternak berbagai jenis ikan. Ada juga bidang tanah yang sudah menghampar sawah padi dan ladang. Ada satu bidang tanah lagi yang sangat tidak menarik: tanah tandus dengan tumpukan pasir-pasir kering di atasnya.

Menariknya, surat itu diakhiri dengan sebuah kalimat: beruntunglah yang memilih tanah tandus.
Anak pertama memilih tanah pepohonan hijau. Anak kedua pun langsung memilih tanah dengan aliran sungai jernih. Begitu pun dengan yang ketiga, ia merasa berhak untuk memilih tanah yang ketiga dengan hamparan sawah dan ladangnya. Dan tinggallah anak yang keempat dengan tanah tandusnya.

“Apa engkau kecewa, adikku, dengan tanah tandus yang menjadi hakmu?” ucap para kakak kepada si bungsu.

Di luar dugaan, si bungsu hanya senyum. Ia pun berujar, “Aku yakin, pesan ayah dan ibu tentang tanah tandus itu benar adanya. Yah, justru, aku sangat senang!”

Mulailah masing-masing anak menekuni warisan peninggalan kedua orang tuanya dengan begitu bersemangat. Termasuk si bungsu yang masih bingung mengolah tanah tandus pilihannya.

Hari berganti hari, waktu terus berputar, dan hinggalah hitungan tahun. Tiga anak penerima warisan begitu bahagia dengan tanah subur yang mereka dapatkan. Tinggallah si bungsu yang masih sibuk mencari-cari, menggali dan terus menggali, kelebihan dari tanah tandus yang ia dapatkan. Tapi, ia belum juga berhasil.

Hampir saja ia putus asa. Ia masih bingung dengan manfaat tanah tandus yang begitu luas itu. Sementara, kakak-kakak mereka sudah bernikmat-nikmat dengan tanah-tanah tersebut. “Aku yakin, ayah dan ibu menulis pesan yang benar. Tapi di mana keberuntungannya?” bisik hati si bungsu dalam kerja kerasnya.
Suatu kali, ketika ia terlelah dalam penggalian panjang tanah tandus itu, hujan pun mengguyur. Karena tak ada pohon untuk berteduh, si bungsu hanya berlindung di balik gundukan tanah galian yang banyak mengandung bebatuan kecil. Tiba-tiba, matanya dikejutkan dengan kilauan batu-batu kecil di gundukan tanah yang tergerus guyuran air hujan.

“Ah, emas! Ya, ini emas!” teriak si bungsu setelah meneliti bebatuan kecil yang sebelumnya tertutup tanah keras itu. Dan entah berapa banyak emas lagi yang bersembunyi di balik tanah tandus yang terkesan tidak menarik itu.

***

Sahabat,
Keterbatasan daya nilai manusia kadang membimbingnya pada kesimpulan yang salah. Sesuatu yang dianggap bernilai, ternyata hanya biasa saja. Dan sesuatu yang sangat tidak menarik untuk diperhatikan, apalagi dianggap bernilai, ternyata punya nilai yang tidak terkira.

Hiasan-hiasan duniawi pun kian mengokohkan keterbatasan daya nilai manusia itu. Tidak banyak yang mampu memahami bahwa ada satu hal di dunia ini yang jauh dan sangat jauh lebih bernilai dari dunia dan isinya. Itulah hidayah Sang Pencipta yang tidak tertandingi dengan nilai benda apa pun di dunia ini.

Sayangnya, tidak semua orang seperti si bungsu, yang begitu yakin dengan kebenaran bimbingan kalimat dari si pewaris yang sebenarnya. Walaupun harus menggali, dan terus menggali dengan penuh kesabaran.

(Author : muhammad nuh)

Terimakasih telah membaca,
Salam Motivasi

Kamis, 23 Februari 2012

Anies Baswedan---- Sang Inspirator

JAKARTA, KOMPAS.com--Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh Majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April ini.
Dalam edisi khusus yang berjudul "20 Orang 20 Tahun" itu, Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang, kata Direktur Marketing & Public Relatios Universitas Paramadina, Syafiq Basri Assegaff, di Jakarta, Jumat.
Nama Anies dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota DPR AS, Paul Ryan.
Majalah bulanan berbahasa Jepang itu menulis bahwa cucu almarhum AR Baswedan -- tokoh yang ikut andil dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia -- itu merupakan salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang.
"Anies adalah seorang muslim moderat yang sampai saat ini tetap konsisten pada pendiriannya untuk tidak memihak pada kekuatan (politik) tertentu," tulis Foresight.
Menurut majalah itu, karena citranya yang netral, adil, serta memiliki pandangan yang berimbang itulah, Anies berhasil meraih kepercayaan luar biasa dari masyarakat luas, termasuk banyak tokoh politik.
Anies sendiri tidak ingin membanggakan diri. Ayah empat anak yang dikenal sederhana dan selalu optimistis itu menganggap bahwa berbagai penghargaan kelas dunia yang diterimanya sebenarnya menunjukkan makin besarnya perhatian dunia terhadap Indonesia.
Anies yang dalam beberapa bulan belakangan ini bicara di berbagai forum dunia merasakan hal itu. "Saya mendapat kesan bahwa dunia kini makin memperhatikan Indonesia," kata Anies yang belum lama ini menjadi pembicara di pelbagai pertemuan internasional di Tokyo, London, Copenhagen dan Madrid.
Pada 2 hingga 6 Mei mendatang Anies juga diundang menjadi pembicara asal Indonesia pada pertemuan puncak tokoh muda dunia, Young Global Leaders Summit, di Tanzania, Afrika.
Syafiq menyatakan bahwa apresiasi Foresight itu menjadi sinyal bahwa dunia pendidikan di Indonesia mempunyai peran penting.
"Sebab beliau bukan saja satu-satunya orang dari Asia Tenggara yang disebut di situ, melainkan juga merupakan satu-satunya pendidik dalam daftar di Foresight itu," kata Syafiq.
Menurut dia, penghargaan itu bukan saja menjadi tantangan bagi Anies secara pribadi tetapi sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh staf di Paramadina untuk menunjukkan tekad serius mencapai mutu kelas dunia dalam berbagai aspek.
Ditambahkannya, pihak Paramadina patut bersyukur atas prestasi baru ini setelah dua kali penghargaan kelas dunia berturut-turut diterima rektornya selama dua tahun sebelumnya.
Pada April 2008 Majalah Foreign Policy, Amerika, pernah memilih Anies sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar "100 Tokoh Intelektual Dunia" bersama Noam Chomsky, Al Gore, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Vaclav Havel, Thomas Friedman, Bernard Lewis, Lee KuanYew dan pemenang Nobel asal Bangladesh, Muhammad Yunus.
Tahun 2009 Anies juga mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang "Young Global Leaders 2009" dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum, WEF). Namanya disejajarkan bersama 230 orang pemimpin muda dunia yang dianggap memiliki prestasi dan komitmen kepada masyarakat, serta mempunyai potensi untuk berperan dalam memperbaiki dunia di masa mendatang.
Tokoh dunia lain yang juga masuk daftar Pemimpin Muda Dunia di antaranya adalah pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, pegolf Tiger Woods, Anchor CNBC-India Shireen Bhan, CEO YouTube Chad Hurley dan pebalap F-1 Michael Schumacher.
Majalah bulanan Foresight diterbitkan salah satu penerbit tertua Jepang, Shinchosha, dan merupakan majalah berkualitas prima yang mengulas berita dan analisa politik dan ekonomi internasional dan domestik Jepang.
Pertama kali terbit pada Maret 1990 -- bersamaan dengan berakhirnya Perang Teluk I, Foresight memiliki jaringan yang tersebar di 30-an negara di dunia. Majalah ini menjadi rujukan para pengambil keputusan, pengusaha, diplomat dan wartawan berpengaruh di dalam dan luar Jepang, karena mengulas isu-isu penting seperti ekonomi China, terorisme, hubungan China-Taiwan, Perang di Irak, dan industri otomotif Jepang.
Majalah ini memiliki kontributor kenamaan seperti Gerlad Curtis dari Columbia University, Lester Brown dari the World Watch Institute, Victor Cha dari Georgetown University, dan Muhammad Yunus dari Grameen Bank Bangladesh. Adapun di antara kontributor Jepang termasuk novelis Nanami Shiono dan Haruki Murakami. Juga  Dr. Takeshi Yoro, kolumnis Nikkei Yasuhiro Tase dan Prof. Shinichi Kitaoka yang kini menjadi Dubes Jepang di PBB.
Biodata Anies Baswedan
Anies Baswedan lahir pada 7 Mei 1969. Doktor ilmu politik dari Northern Illinois University, AS, ini lahir dari keluarga pendidik yang menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan, di antaranya dengan mengantarkan Paramadina menjadi universitas kelas dunia.
Lewat perpaduan visi, ide-ide segar khas anak muda, kecerdasan dan ideologi, serta rasa bangga sebagai anak Indonesia, ia menganggap bahwa pengelolaan universitas harus didasarkan pada manajemen dengan model bisnis modern.
"Universitas harus dikelola secara modern dan terkait dengan dunia swasta secara mutualistis," kata Anies.
Sejak memimpin Universitas Paramadina, tiga tahun lalu, Anies telah melakukan beberapa hal yang revolusioner, dan dianggap tidak lazim terjadi di dunia pendidikan swasta di Indonesia ini. Di antara  pemberian beasiswa bagi ratusan mahasiswa berbakat tapi kurang mampu dan pewajiban mata kuliah anti-korupsi.

Derita Kos di Pagi Hari..

Mau boker aja susahnya setengah mampus,
masalah bukan di pantat atau pencernaan gue.
tapi masalahnya di lingkungan kosan gue... gila ya, kamar mandi cuma satu, sedangkan ada penghuni 7 orang. "TUJUH ORANG" ( bukan main bung.....).
nah kalo misalkan bangun tidur w telat ngantri dan udah kebelet NGANU ( diujung tanduk ).

secara matematis lu bisa itung, berapa durasi waktu gue untuk nahan anu.
satu orang bisa 10menit dikamar mandi, nah dikali 6org.
6 X 10 = 60 menit.
gue harus nunggu 1 jam dengan kondisi tersiksa.

dialam hati gue berkata " maka berbahagialah kamu yang hidup nyaman dirumah sendiri"

sorry ditinggal dulu, sekarang giliran gue.
Yang membuat manusia bahagia bukan harta melimpah, duit banyak,
mobil dan rumah mewah.
bahkan ketika manusia sudah menggapai titik kesuksesan pun belum tentu dia bahagia.

bersukur is a simple way to be happy not your money, and not your success.

Selasa, 21 Februari 2012

1000 botol minuman. Gratis......!!!!

Ini asli gan, kisah nyata!
Ada temen gue yang dalam waktu dekat ingin mengadakan sebuah acara.
Jangan salah! Acaranya besar-besaran coy........  TRAINING MOTIVASI DAN TRY OUT UN SMA SE-TANGSEL ( mantap gue bilang dalam hati ).

Tapiiiiii, kabar buruknya ni... dananya membengkak, karena selain menghadirkan seorang motivator handal asal Menara Hati, ia juga melibatkan Wali Band sebagai bintang tamu. lumayan buat hiburan..... wkwkwk.

Anggaran puluhan juta bikin dia pusing, samapai akhirnya dia buat proposal dan mengajukanya ke berbagai perusahaan. Dari mulai perusahaan Jasa, Minuman, Makanan ampe produsen Racu tikus.

Singkat cerita, ada  satu proposal yang tembus dari perusahaan penjual minuman terkenal, terkenal pelit maksudnya ( dilarang sebut merk ).
Perusahaan tersebut berniat membantu jalanya acara., tapi bukan dalam bentuk uang.
Dia membantu dengan memberikan produknya sebanya 1000 botol. ( Gila, kalo w minum sendiri bisa mabok).

Nah, hari pengiriman barang pun tiba.
Karena pada saat itu gue lagi bersama si doi, dia ngajakin gue untuk ikut ketemu sama pewakilan perusahaan yang mau anter tuh barang.

oke.. deal. akhirnya kita ketemu di restoran padang ( masa warteg mulu ).
"Bah keren kali bapak ini" (dalam hati gue saat tatapan pertama, itu jg karena liat hp nya apple ).
Penampilanya ok banget, enggak diragukan kalo dia orang sukses, sukses bikin gue ketawa.

Percakapan pun dimulai.....
awalnya enak, dia ngejalasin beini begitu. Nah pas tiba ngomongin masalah botol.
temen gue tanya " Pak udah ada minumanya yang 1000 botol ?"
"oh sudah dikirim mas, sekarang masih dalam perjalanan". sambut si bapak.


                         --------------------------------------------------------------------

Sempat hening sejenak.. sekitar 2 menit lewat 7 detik.

"Mas, minumannya sebentar lagi jatuh tempo alias KADALUARSA alias BASI". si bapak ngomong dengan muka polos tanpa dosa.


Tanpa pikir panjang lagi, gue langsung berdiri dan pergi ke toilet.
Gue ngakak terpingkal-pingkal kaya orang gila lagi hamil. "HUAHAHAHAHAHAHAH WKWKWKWK HIHIHIHIHIHIHIHIHHIH"

Sumpah ya, gue gak bisa ngebayangin itu perasaan temen gue. Pastinya hancur lebur itu dia punya hati, tapi gak apa.... setidaknya dia udah memberikan hiburan gratis siang ini.

Terima kasih sobatku.. Terima kasih bapak!

HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

Senin, 20 Februari 2012

Hueeeeeeekkkkkkk........

samping kosan gue itu orang nya supeeer mantapp..
lu bayangin aja pagi-pagi udah bangunin gue dengan suara nya yang khas "Hueeeeeeekkkkkkkkkkkkkkkkkk"( panjang dan berirama ). gue otomatis kaget dan langsung bangun, pas gue liat ternyata dia lagi buang REAK dikamar mandi.

tau REAK gak? ( sejenis batuk2 yang mengeluarkan dahak dengan dipaksakan yg otomatis menggelikan )

gue gak abis pikir ama itu bocah, emang ditenggorokanya ada apa ya?
masalahnya pagi ini bukan yang pertama kali gue denger suara begitu.
hampir tiap hari, bahkan tiap jam ( ampe bosen ).
Dan yang lebih dramatis lagi saat dia buang ( reak yang "Hueeeeeeeeeeekkkkk") tepat saat gue lagi makan.

subhanallah gan...... itu bawaanya piring mau langsung gue lempar aja ke muka tuh bocah.... ( mencoba sabar aja ).
coba bayangin deh! seandainya posisi lu ada disitu.
apa yang bakal lu lakuin?

curhat dipagi hari.